QRIS Unjuk Gigi, Kini Dapat Digunakan di Jepang

QRIS Unjuk Gigi, Kini Dapat Digunakan di Jepang
QRIS Unjuk Gigi, Kini Dapat Digunakan di Jepang

Kabar gembira bagi para pelancong Indonesia yang sering bepergian ke Jepang. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini resmi dapat digunakan untuk bertransaksi di Negeri Sakura. Hal ini menjadi tonggak penting bagi digitalisasi sistem pembayaran Indonesia sekaligus mempermudah wisatawan Tanah Air dalam melakukan pembayaran lintas negara.

Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama Bank Indonesia (BI) dengan Japan Credit Bureau (JCB) serta sejumlah penyedia jasa pembayaran di Jepang. Dengan demikian, pengguna dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, maupun aplikasi perbankan yang mendukung QRIS dapat melakukan pembayaran di berbagai merchant Jepang cukup dengan memindai kode QR.

Langkah Strategis Internasionalisasi QRIS

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebutkan bahwa penerapan QRIS lintas negara adalah bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan dan memperkuat posisi rupiah di kancah global.

“QRIS bukan hanya memudahkan pembayaran domestik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memfasilitasi transaksi internasional. Jepang menjadi negara keempat yang telah terhubung dengan sistem QRIS setelah Thailand, Malaysia, dan Singapura,” ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta.

Dengan adanya integrasi ini, wisatawan dari Indonesia tidak perlu repot menukar uang yen dalam jumlah besar. Pembayaran tiket transportasi, makanan di restoran, hingga belanja suvenir dapat dilakukan secara digital dengan nominal langsung dikonversi sesuai kurs yang berlaku.

Baca Juga : Samsung Galaxy Z Fold7 Super Tipis, Worht it Dibeli?

Mendorong Digitalisasi dan Cashless Society

Penggunaan QRIS di Jepang menjadi bukti nyata bahwa Indonesia semakin siap menjadi bagian dari ekosistem pembayaran global berbasis digital. Sejak diluncurkan pada 2019, QRIS telah diadopsi oleh lebih dari 30 juta merchant di Indonesia, mulai dari UMKM hingga pusat perbelanjaan besar.

Dengan ekspansi ke luar negeri, QRIS diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi digital Indonesia. “Kita ingin wisatawan merasa praktis dan nyaman. Cukup bawa ponsel, semua bisa dibayar. Ini juga meningkatkan daya tarik pariwisata Jepang bagi traveler Indonesia,” jelas Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.

Kemudahan dan Keamanan bagi Wisatawan

Salah satu keunggulan QRIS lintas negara adalah kemudahan konversi mata uang. Ketika pengguna melakukan transaksi di Jepang, saldo akan otomatis terpotong dalam rupiah sesuai kurs BI yang kompetitif. Notifikasi pembayaran langsung diterima, sehingga pengguna dapat memantau pengeluaran secara real time.

Selain itu, sistem QRIS telah menerapkan standar keamanan tinggi dengan enkripsi data dan lapisan perlindungan ganda. Hal ini memberi rasa aman bagi wisatawan, terutama saat bepergian ke negara asing di mana risiko kehilangan uang tunai lebih tinggi.

“Saya senang sekali mendengar QRIS bisa dipakai di Jepang. Jadi lebih mudah belanja dan bayar transportasi tanpa harus menukar uang terlalu banyak,” kata Rini, seorang wisatawan asal Surabaya yang akan berlibur ke Tokyo bulan depan.

Dukungan Industri dan Merchant Jepang

Sejumlah merchant di Jepang, termasuk jaringan minimarket besar, restoran, dan tempat wisata populer, sudah mulai menampilkan logo QRIS di kasir mereka. Dukungan dari JCB dan penyedia layanan pembayaran lokal memudahkan adopsi karena mereka sudah memiliki infrastruktur QR Code yang kompatibel.

Perwakilan JCB mengungkapkan, pihaknya menyambut baik kerja sama ini karena dapat menarik lebih banyak wisatawan Indonesia. “Kami ingin menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan nyaman bagi turis. Integrasi QRIS membantu mengurangi hambatan pembayaran,” ujar Hiroshi Takahashi, Executive Officer JCB.

Dampak bagi Ekonomi dan Pariwisata

Integrasi QRIS di Jepang diprediksi akan meningkatkan volume transaksi wisatawan Indonesia. Data Kementerian Pariwisata mencatat bahwa sebelum pandemi, sekitar 500 ribu wisatawan Indonesia berkunjung ke Jepang setiap tahunnya. Dengan kemudahan pembayaran digital, angka ini berpotensi meningkat.

Ekonom digital, Bhima Yudhistira, menilai langkah ini juga dapat memperkuat posisi rupiah di mata uang global. “Semakin banyak transaksi lintas negara menggunakan sistem Indonesia, semakin besar peluang rupiah dikenal dan digunakan secara internasional. Ini positif bagi stabilitas moneter jangka panjang,” jelasnya.

Tantangan dan Edukasi Masyarakat

Meski demikian, adopsi QRIS lintas negara juga menghadapi beberapa tantangan. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar pengguna paham cara menggunakan QRIS di luar negeri, termasuk memperhatikan biaya konversi dan jaringan internet yang stabil.

Pihak BI bersama penyedia layanan pembayaran berjanji akan melakukan sosialisasi melalui media sosial, aplikasi perbankan, dan kampanye publik. “Kami akan memberikan panduan praktis bagi wisatawan, mulai dari cara aktivasi fitur hingga tips menjaga keamanan akun saat bepergian,” kata Filianingsih.

Ekspansi ke Negara Lain

Setelah Jepang, Bank Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan Korea Selatan, Uni Emirat Arab, hingga beberapa negara Eropa. Hal ini sejalan dengan rencana besar BI untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital ASEAN yang terhubung penuh pada 2026.

Jika terealisasi, wisatawan dari Indonesia akan bisa menggunakan QRIS hampir di seluruh destinasi populer dunia tanpa harus repot membawa uang tunai atau kartu kredit.

Kesimpulan

Kehadiran QRIS di Jepang menjadi bukti nyata kemajuan digitalisasi sistem pembayaran Indonesia. Inovasi ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara.

Bagi traveler, keuntungan terbesar adalah kemudahan dan rasa aman saat bertransaksi. Cukup dengan ponsel, pembayaran tiket transportasi, belanja di minimarket, hingga makan ramen bisa dilakukan secara cepat dan tanpa ribet.

Dengan ekspansi yang terus berlanjut ke negara lain, QRIS berpotensi menjadi standar pembayaran digital Indonesia di kancah global. Bagi pemerintah, ini adalah langkah strategis menuju ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Jadi, jika Anda berencana berlibur ke Jepang dalam waktu dekat, pastikan aplikasi pembayaran digital Anda sudah mendukung QRIS lintas negara – agar perjalanan semakin nyaman, bebas dari kerepotan uang tunai, dan lebih terkendali secara finansial.

By ansdu2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *