QRIS 2025 Bisa Dipakai di Luar Negeri, Bikin Mudah Traveling

QRIS 2025 Bisa Dipakai di Luar Negeri Bikin Mudah Traveling

Sistem pembayaran digital nasional Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memasuki babak baru di tahun 2025. Setelah sukses diterapkan di seluruh pelosok tanah air, kini QRIS dapat digunakan di berbagai negara mitra, menjadikan perjalanan wisata maupun bisnis warga Indonesia semakin praktis.

Langkah ini menandai pencapaian penting bagi transformasi digital Indonesia, sekaligus menunjukkan kesiapan sistem pembayaran nasional untuk bersaing di tingkat global.

Baca Juga : UMKM Lokal di Kota-Kota Besar Tumbuh Subur Tahun Ini

Transformasi Digital Pembayaran

Sejak diluncurkan pada 2019, QRIS terus berkembang pesat sebagai standar pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah merchant QRIS telah menembus lebih dari 30 juta pada awal 2025. Dengan adopsi yang luas, QRIS kini menjadi pilihan utama transaksi non-tunai masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan modern.

Tahun ini, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia meluncurkan inisiatif QRIS Cross-Border yang memungkinkan transaksi di luar negeri menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking dari Indonesia. Traveler cukup memindai kode QR di negara mitra, dan pembayaran otomatis terkonversi ke mata uang lokal.

“Ini adalah lompatan besar. QRIS kini tidak hanya memudahkan transaksi di dalam negeri, tapi juga memberi kenyamanan bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri,” ujar Gubernur BI dalam keterangan resmi.

Negara-Negara Mitra QRIS 2025

Hingga September 2025, QRIS sudah bisa digunakan di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam. Kerja sama ini merupakan bagian dari ASEAN Payment Connectivity, inisiatif regional yang bertujuan mempermudah transaksi lintas negara.

Tak hanya Asia Tenggara, BI juga menyebut sedang menjajaki kerja sama dengan Jepang, Korea Selatan, hingga Uni Emirat Arab, mengingat tingginya mobilitas warga Indonesia ke negara-negara tersebut.

Di Thailand misalnya, wisatawan Indonesia bisa membayar makanan di pasar tradisional Bangkok atau tiket atraksi wisata dengan QRIS, tanpa perlu menukar uang tunai. Di Singapura, traveler cukup memindai QRIS saat berbelanja di Orchard Road atau membayar transportasi publik.

Manfaat Bagi Traveler Indonesia

Kemudahan ini memberikan sejumlah manfaat nyata bagi traveler:

  1. Praktis dan Efisien
    Tidak perlu lagi membawa banyak uang tunai atau repot menukar mata uang asing. Traveler cukup menggunakan aplikasi pembayaran digital di ponsel.

  2. Transparansi Kurs
    Sistem QRIS cross-border otomatis mengonversi rupiah ke mata uang lokal dengan kurs yang jelas dan biaya kompetitif.

  3. Keamanan Transaksi
    Pembayaran melalui QRIS dilindungi oleh standar keamanan Bank Indonesia dan sistem perbankan nasional, mengurangi risiko kehilangan uang tunai.

  4. Mendukung UMKM Lokal
    Traveler bisa lebih mudah bertransaksi dengan pelaku usaha kecil di negara tujuan yang juga menggunakan QR code sebagai metode pembayaran.

“Waktu ke Kuala Lumpur bulan lalu, saya coba bayar makan di restoran pakai QRIS. Prosesnya cepat banget, langsung ke debit rupiah. Jadi nggak perlu lagi repot tukar ringgit,” ungkap Rani, seorang traveler asal Jakarta.

Dampak Positif Bagi Ekonomi

Selain memudahkan traveler, penerapan QRIS lintas negara juga berdampak positif bagi perekonomian. Di satu sisi, masyarakat lebih terdorong untuk melakukan perjalanan ke luar negeri karena faktor kemudahan pembayaran. Di sisi lain, Indonesia juga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan asing yang bisa menggunakan sistem serupa di Tanah Air.

Kementerian Pariwisata menilai langkah ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Wisatawan dari Thailand, Malaysia, atau Singapura bisa lebih mudah berbelanja dan bertransaksi di Indonesia dengan QR code standar yang saling terkoneksi.

Tantangan Implementasi

Meski manfaatnya besar, implementasi QRIS lintas negara juga menghadapi tantangan.

  • Perbedaan regulasi antarnegara membuat penyelarasan standar membutuhkan waktu.

  • Literasi digital masyarakat masih harus ditingkatkan agar pengguna memahami cara kerja dan keamanan sistem.

  • Kestabilan kurs dan biaya transaksi perlu dijaga agar tetap kompetitif dibanding metode pembayaran lain.

Bank Indonesia menegaskan akan terus meningkatkan kerja sama dengan bank sentral negara mitra serta memperkuat sosialisasi di dalam negeri.

Harapan ke Depan

Para pakar menilai bahwa QRIS lintas negara adalah langkah strategis menuju integrasi ekonomi digital regional. Jika kerja sama diperluas hingga ke Asia Timur dan Timur Tengah, potensi transaksi bisa mencapai miliaran dolar setiap tahunnya.

“QRIS bukan sekadar alat pembayaran, tetapi simbol kemandirian digital Indonesia. Ini akan memperkuat posisi kita dalam peta ekonomi global,” kata seorang ekonom dari Universitas Indonesia.

Ke depan, QRIS diharapkan tidak hanya digunakan untuk pembayaran retail, tetapi juga untuk sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, hingga remitansi lintas negara.

By ansdu2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *