Memulai bisnis tidak selalu harus menjual makanan, minuman, pakaian, atau kebutuhan rumah tangga yang sudah sangat ramai di pasaran. Ada segmen konsumen lain yang juga menarik untuk diperhatikan, yaitu keluarga yang memiliki anak usia toddler.
Toddler umumnya merujuk pada anak kecil yang sedang berada dalam fase perkembangan setelah masa bayi dan mulai semakin aktif bergerak, berkomunikasi, makan sendiri, bermain, serta belajar melakukan berbagai aktivitas sederhana.
Fase tersebut membuat kebutuhan barang untuk anak juga berubah.
Orang tua mulai mencari perlengkapan makan yang lebih praktis, pakaian yang nyaman, tas anak, tempat minum, mainan edukatif, alat bantu aktivitas, perlengkapan bepergian, hingga berbagai produk yang dapat membuat rutinitas keluarga menjadi lebih mudah.
Kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM yang ingin menjual barang untuk toddler.
Menariknya, bisnis ini tidak selalu harus dimulai dengan toko besar. Produk dapat dipasarkan dari rumah melalui marketplace, media sosial, WhatsApp, bazar lokal, komunitas orang tua, hingga sistem pre-order.
WarungTerkini.id sebelumnya juga menyoroti bahwa UMKM tidak harus memiliki toko besar untuk memulai bisnis. Yang lebih penting adalah menentukan target pelanggan, memahami kebutuhan mereka, dan menawarkan produk yang memiliki manfaat jelas.
Lantas, barang apa saja yang berpotensi dijadikan produk UMKM untuk pasar toddler?
1. Perlengkapan Makan Anak
Perlengkapan makan menjadi salah satu kategori yang menarik karena digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
UMKM dapat menjual paket makan anak yang terdiri dari piring, mangkuk, sendok, garpu, atau wadah makanan.
Produk bisa dibuat lebih menarik melalui pilihan warna, motif, bentuk, atau paket berdasarkan kebutuhan.
Misalnya, penjual menawarkan:
- Paket makan toddler di rumah.
- Paket perlengkapan makan untuk bepergian.
- Paket makan sebagai hadiah ulang tahun.
- Paket perlengkapan makan dengan pouch penyimpanan.
Namun, karena produk bersentuhan dengan makanan, pelaku usaha harus memperhatikan material, kebersihan, informasi produk, dan ketentuan yang berlaku.
Jangan hanya mengejar tampilan lucu.
Keamanan harus menjadi prioritas.
2. Botol Minum dan Tumbler Anak
Anak toddler mulai banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Mereka bisa ikut orang tua bepergian, bermain di taman, pergi ke sekolah atau kelompok bermain, hingga mengikuti kegiatan keluarga.
Situasi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap tempat minum yang mudah dibawa.
UMKM dapat mengambil peluang dengan menjual tumbler atau botol minum anak dalam berbagai ukuran dan desain.
Pembeda bisnis bisa berupa:
- Motif karakter.
- Nama anak.
- Pilihan warna.
- Strap atau tali pembawa.
- Paket botol dan tas kecil.
- Desain minimalis untuk orang tua modern.
Produk personalisasi juga dapat menjadi strategi menarik.
Orang tua bisa memesan botol dengan nama anak sehingga produk terasa lebih personal dibandingkan barang generik.
3. Bib Anak dengan Desain Menarik
Makan sendiri merupakan salah satu aktivitas yang sedang dipelajari banyak anak toddler.
Pada tahap ini, makanan yang jatuh atau tumpah merupakan bagian dari proses belajar.
Karena itu, bib atau celemek makan anak dapat menjadi barang yang memiliki pasar.
UMKM tidak harus menjual bib dengan desain biasa.
Pelaku usaha bisa membuat produk dengan motif unik, warna lembut, karakter sederhana, atau bahkan layanan custom nama.
Ada pula peluang untuk membuat paket berisi beberapa bib sekaligus.
Misalnya satu paket berisi tiga hingga lima desain berbeda.
Dari sisi bisnis, produk seperti ini menarik karena relatif ringan, mudah dikemas, dan dapat dijual secara online.
4. Tas Anak untuk Aktivitas Harian
Tas toddler dapat menjadi produk yang menarik jika menggabungkan fungsi dan desain.
Tas berukuran kecil bisa digunakan untuk membawa pakaian cadangan, botol minum, camilan, tisu, atau mainan favorit anak.
UMKM dapat mengambil ceruk pasar melalui tas dengan desain yang sederhana tetapi tetap menarik.
Jangan lupa memperhatikan kenyamanan.
Tali tas, ukuran, berat kosong, bahan, jahitan, serta kualitas resleting merupakan bagian yang dapat memengaruhi pengalaman konsumen.
Untuk meningkatkan nilai jual, tambahkan layanan personalisasi seperti nama anak.
Produk yang sebenarnya sederhana bisa menjadi lebih bernilai karena memiliki unsur personal.
5. Pouch Serbaguna untuk Orang Tua
Barang untuk toddler tidak selalu harus digunakan langsung oleh anak.
Pouch serbaguna justru dapat menyasar orang tua yang membutuhkan tempat untuk menyimpan berbagai perlengkapan anak.
Pouch dapat digunakan untuk menyimpan:
- Tisu.
- Popok cadangan.
- Baju ganti.
- Camilan.
- Peralatan makan.
- Obat-obatan pribadi anak sesuai kebutuhan keluarga.
- Mainan kecil.
UMKM dapat membuat beberapa ukuran pouch sehingga pelanggan dapat memilih sesuai kebutuhan.
Desain juga bisa dibuat netral sehingga tidak hanya menarik bagi ibu, tetapi juga bagi ayah.
6. Mainan Edukatif Sederhana
Kategori mainan edukatif memiliki potensi menarik karena orang tua tidak hanya mencari mainan untuk menghibur anak.
Sebagian orang tua juga mencari produk yang dapat menemani aktivitas bermain dan belajar.
UMKM dapat mengembangkan produk seperti puzzle sederhana, permainan mencocokkan bentuk, kartu bergambar, papan aktivitas, atau permainan mengenal warna dan angka.
Namun, kategori ini membutuhkan perhatian lebih serius terhadap aspek keamanan.
BSN mencantumkan standar keamanan mainan yang mencakup aspek fisik dan mekanis, serta standar terkait migrasi unsur tertentu pada mainan. Ada pula standar khusus untuk mainan berbahan plastik dan mainan elektrik.
Artinya, jangan membuat mainan toddler hanya berdasarkan tampilan lucu.
Pelaku UMKM harus memahami batas usia penggunaan, ukuran komponen, material, konstruksi, cat, dan aspek keamanan lain yang relevan.
7. Busy Book atau Buku Aktivitas
Busy book menjadi salah satu produk yang bisa dikembangkan oleh UMKM kreatif.
Produk ini dapat dibuat secara handmade menggunakan kain atau bahan lain yang sesuai, kemudian dilengkapi berbagai aktivitas sederhana.
Contohnya:
- Mengenal warna.
- Mengenal bentuk.
- Memasang kancing.
- Membuka resleting.
- Mencocokkan gambar.
- Mengenal angka.
- Aktivitas memasukkan benda.
- Permainan sederhana lainnya.
Keunggulan busy book handmade adalah peluang personalisasi.
Nama anak dapat ditambahkan.
Tema dapat disesuaikan.
Warna juga dapat dipilih.
Hal tersebut memberikan ruang bagi UMKM untuk bersaing bukan melalui harga termurah, tetapi melalui kreativitas.
8. Buku Cerita Anak Buatan Lokal
Buku cerita anak juga dapat menjadi peluang bisnis yang menarik.
UMKM tidak harus mencetak buku dalam jumlah sangat besar sejak awal.
Sistem pre-order dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi risiko stok.
Cerita dapat mengambil tema sederhana yang dekat dengan kehidupan anak, seperti belajar berbagi, mengenal hewan, membersihkan mainan, mengenal keluarga, atau membangun kebiasaan positif.
Namun, pelaku usaha harus memperhatikan hak cipta, ilustrasi, penggunaan karakter, serta kualitas bahan cetak.
Jangan menggunakan karakter populer milik pihak lain tanpa izin.
Justru, menciptakan karakter sendiri dapat menjadi investasi jangka panjang.
Jika karakter tersebut disukai pembaca, nantinya bisa dikembangkan menjadi seri buku, kartu edukasi, boneka, atau produk lainnya.
9. Peralatan Mandi Anak
Kebutuhan toddler juga mencakup perlengkapan mandi.
UMKM dapat menawarkan produk seperti handuk anak, waslap, tempat perlengkapan mandi, atau paket perlengkapan mandi.
Kunci utama dalam kategori ini adalah kualitas bahan dan kenyamanan.
Produk yang bersentuhan langsung dengan kulit anak sebaiknya dibuat dengan material yang sesuai dan informasi produk yang jelas.
Dari sisi pemasaran, paket dapat dibuat berdasarkan kebutuhan.
Misalnya:
Paket Mandi Toddler
Isi paket dapat terdiri dari handuk, waslap, dan pouch.
Konsep bundling membuat konsumen tidak perlu mencari setiap barang secara terpisah.
Bagi UMKM, bundling juga dapat meningkatkan nilai transaksi per pelanggan.
10. Pakaian Toddler yang Nyaman
Pakaian anak merupakan kategori bisnis yang sudah sangat kompetitif.
Namun, UMKM masih memiliki peluang jika menemukan ceruk yang jelas.
Jangan hanya menjual “baju anak”.
Tentukan karakter produk.
Misalnya:
- Pakaian toddler untuk bermain.
- Pakaian rumahan.
- Setelan anak minimalis.
- Baju anak dengan motif lokal.
- Pakaian custom nama.
- Pakaian untuk acara keluarga.
- Pakaian berbahan tertentu yang nyaman digunakan sehari-hari.
UMKM dapat memanfaatkan produksi terbatas untuk menciptakan kesan eksklusif.
Daripada memproduksi puluhan desain sekaligus, lebih baik memulai dengan beberapa desain yang benar-benar sesuai target konsumen.
11. Alas Bermain Anak
Alas bermain juga bisa menjadi produk yang menarik untuk keluarga dengan toddler.
Orang tua membutuhkan area yang lebih nyaman ketika anak bermain di rumah.
UMKM dapat menjual alas bermain dengan berbagai ukuran dan desain.
Namun, produk harus mempertimbangkan keamanan, bahan, kemudahan dibersihkan, dan daya tahan.
Jangan membuat klaim berlebihan mengenai keamanan atau kesehatan jika tidak memiliki dasar pengujian yang sesuai.
Dalam bisnis anak, kepercayaan merupakan aset penting.
Sekali pelanggan merasa produk tidak sesuai dengan informasi yang diberikan, reputasi bisnis dapat ikut terdampak.
12. Paket Hampers untuk Toddler
Ini salah satu ide yang cukup menarik untuk UMKM karena dapat menggabungkan berbagai produk.
Hampers toddler dapat ditujukan untuk:
- Ulang tahun anak.
- Kelahiran adik atau saudara.
- Hadiah untuk keponakan.
- Hadiah teman.
- Perayaan keluarga.
- Acara tertentu.
Isi hampers bisa disesuaikan dengan anggaran.
Misalnya paket ekonomis berisi buku cerita dan pouch.
Paket menengah dapat berisi buku, tumbler, dan perlengkapan makan.
Paket premium dapat menggabungkan pakaian, tas, buku, dan produk edukatif.
Konsep seperti ini memungkinkan UMKM menjangkau beberapa segmen konsumen sekaligus.
Jangan Asal Pilih Produk untuk Toddler
Pasar anak memang menarik, tetapi ada satu prinsip yang tidak boleh dilupakan: barang untuk toddler harus mengutamakan keamanan.
Orang tua biasanya akan lebih berhati-hati ketika membeli barang untuk anak dibandingkan ketika membeli produk untuk dirinya sendiri.
Karena itu, UMKM harus melakukan pengecekan lebih mendalam sebelum menjual sebuah produk.
Perhatikan bahan.
Perhatikan ukuran.
Perhatikan konstruksi.
Perhatikan apakah terdapat bagian kecil yang mudah terlepas.
Perhatikan petunjuk usia.
Perhatikan kemasan dan informasi produk.
Khusus mainan, standar keamanan di Indonesia mencakup berbagai aspek. BSN, misalnya, memiliki SNI ISO 8124-1:2014 yang membahas aspek keamanan fisik dan mekanis mainan. Terdapat pula standar mengenai kandungan ftalat pada mainan berbahan plastik.
Selain itu, Kementerian Perdagangan juga menyediakan informasi mengenai barang yang diberlakukan standar tertentu dan kebijakan mutu yang terkait dengan produk mainan anak.
Jadi, sebelum membeli stok dalam jumlah besar, pelaku UMKM sebaiknya memastikan produk dan pemasok memenuhi persyaratan yang berlaku.
Bagaimana Cara Memulai UMKM Barang Toddler?
Tidak perlu langsung menyediakan 20 kategori produk.
Mulailah dengan satu ceruk.
Misalnya memilih:
Perlengkapan makan toddler.
Setelah itu, cari tahu produk apa yang paling dibutuhkan konsumen.
Lakukan riset sederhana melalui marketplace dan media sosial.
Perhatikan:
- Produk yang sering dicari.
- Harga kompetitor.
- Keluhan pelanggan.
- Desain yang populer.
- Kualitas produk.
- Rating dan ulasan.
- Biaya pengiriman.
- Margin keuntungan.
Dari data tersebut, pilih beberapa produk untuk diuji.
Strategi ini lebih aman daripada membeli stok dalam jumlah besar hanya karena sebuah produk terlihat menarik.
Manfaatkan Sistem Pre-Order
Pre-order bisa menjadi strategi yang cocok untuk UMKM dengan modal terbatas.
Misalnya, pelaku usaha ingin menjual busy book custom.
Daripada membuat 50 produk terlebih dahulu, penjual dapat membuka pesanan selama beberapa hari.
Setelah jumlah pesanan diketahui, produksi dilakukan sesuai permintaan.
Model tersebut membantu mengurangi risiko stok menumpuk.
Pre-order juga dapat digunakan untuk produk custom seperti tas nama, pakaian anak, pouch, hingga hampers.
Namun, waktu pengerjaan harus disampaikan dengan jelas kepada pelanggan.
Jangan Lupa Branding
Produk anak memiliki pasar yang sangat visual.
Foto yang bagus dapat membuat calon pelanggan berhenti scrolling.
Tetapi branding tidak hanya soal logo.
WarungTerkini.id sebelumnya menekankan bahwa branding UMKM juga berkaitan dengan identitas, gaya komunikasi, kemasan, dan konsistensi dalam menyampaikan karakter bisnis.
Bayangkan sebuah UMKM dengan nama khusus untuk produk toddler.
Semua kemasannya memiliki desain konsisten.
Foto produknya memiliki gaya yang sama.
Caption menggunakan bahasa yang mudah dipahami orang tua.
Informasi produknya lengkap.
Layanan pelanggan ramah.
Lama-kelamaan, konsumen akan lebih mudah mengenali bisnis tersebut.
Gunakan Media Sosial sebagai Etalase Digital
Media sosial dapat menjadi alat pemasaran yang sangat berguna bagi UMKM.
Tetapi jangan hanya mengunggah foto produk dan harga.
Buat konten yang membantu orang tua.
Misalnya:
“Cara memilih tas toddler yang praktis.”
“Barang apa saja yang perlu dibawa saat bepergian bersama anak?”
“Tips menyimpan perlengkapan makan anak.”
“Cara memilih mainan sesuai usia.”
“5 ide hampers untuk ulang tahun toddler.”
Konten edukatif dapat membantu membangun kepercayaan.
WarungTerkini.id juga sebelumnya membahas bahwa media sosial tidak harus digunakan hanya sebagai katalog. Konten proses, edukasi, cerita usaha, pengalaman pelanggan, dan informasi produk dapat membantu membangun hubungan dengan audiens.
Jual Solusi, Bukan Sekadar Barang
Ini merupakan prinsip penting dalam bisnis perlengkapan toddler.
Jangan hanya mengatakan:
“Menjual pouch anak.”
Cobalah mengomunikasikan manfaatnya:
“Pouch praktis untuk menyimpan perlengkapan kecil anak saat bepergian.”
Jangan hanya mengatakan:
“Menjual tas toddler.”
Tetapi:
“Tempat praktis untuk membawa perlengkapan anak saat bermain atau bepergian.”
Konsumen sebenarnya tidak hanya membeli benda.
Mereka membeli kemudahan.
Mereka membeli kenyamanan.
Mereka membeli solusi.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan prinsip pemasaran UMKM yang menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai dasar pengembangan produk.
Kesimpulan
Bisnis barang UMKM untuk toddler memiliki peluang yang cukup menarik karena kebutuhan anak terus berkembang mengikuti tahap pertumbuhan dan aktivitas keluarga.
Mulai dari perlengkapan makan, botol minum, bib, tas, pouch, mainan edukatif, busy book, buku cerita, perlengkapan mandi, pakaian, alas bermain, hingga hampers dapat menjadi pilihan produk.
Namun, pelaku UMKM tidak sebaiknya mengejar jumlah produk sebanyak mungkin.
Lebih penting memilih kategori yang jelas, memahami target pelanggan, menjaga kualitas, membangun branding, dan memberikan informasi produk secara jujur.
Khusus produk yang digunakan oleh toddler, aspek keamanan harus mendapatkan perhatian utama. Standar keamanan mainan yang tercantum dalam berbagai standar SNI menunjukkan bahwa produk anak tidak dapat diperlakukan sama seperti barang biasa.
Bagi UMKM dengan modal terbatas, bisnis ini bahkan dapat dimulai secara bertahap melalui sistem pre-order, produk custom, bundling, atau penjualan online.
Kuncinya bukan sekadar mencari barang apa yang bisa dijual untuk toddler, tetapi memahami satu pertanyaan yang jauh lebih penting:
Masalah apa yang ingin diselesaikan orang tua melalui produk tersebut?
Ketika sebuah UMKM mampu memberikan jawaban yang jelas, produk sederhana sekalipun dapat memiliki nilai jual yang jauh lebih besar.
