Konser musik selalu identik dengan panggung besar, penampilan musisi, ribuan penonton, dan suasana meriah. Namun, di balik hiburan tersebut terdapat peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh banyak pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.

Ketika ribuan orang berkumpul di satu lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan, kebutuhan mereka otomatis ikut meningkat. Penonton membutuhkan makanan, minuman, aksesori, tempat berfoto, berbagai perlengkapan pribadi, hingga produk yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Kondisi tersebut membuat rekomendasi UMKM saat konser musik menjadi pembahasan yang menarik bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan keramaian sebuah event.

Peluangnya bahkan tidak hanya berada di dalam venue. Area sekitar lokasi konser juga dapat menjadi tempat bertemunya penjual dan konsumen, selama aktivitas tersebut mendapatkan izin dari pengelola lokasi maupun pihak terkait.

Contoh nyata terlihat dalam konser Pita Kita di Malang. Sebanyak 24 tenant UMKM Malang Raya yang telah melalui proses kurasi mengisi area bazar dan kuliner. Menariknya, masyarakat yang tidak membeli tiket konser tetap dapat mengakses area tersebut untuk berbelanja atau menikmati kuliner. Tenant yang terlibat tidak hanya berasal dari sektor makanan dan minuman, tetapi juga aksesori, photo booth, hingga produk kecantikan.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa konser dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik.

Lalu, usaha seperti apa yang cocok dikembangkan ketika ada konser musik?

1. UMKM Kuliner dengan Konsep Praktis

Makanan menjadi salah satu peluang yang paling mudah dikaitkan dengan keramaian konser.

Penonton biasanya membutuhkan makanan yang mudah disantap dan tidak merepotkan. Mereka mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk duduk menikmati makanan seperti di restoran karena harus segera kembali ke area acara atau berpindah lokasi.

Karena itu, konsep makanan praktis dapat menjadi pilihan.

Contohnya burger mini, kebab, rice bowl, sandwich, dimsum, kentang goreng, sosis, ayam crispy, cireng, atau berbagai makanan ringan yang dapat dikonsumsi sambil berjalan.

Ukuran porsi juga dapat disesuaikan. Produk berukuran kecil memungkinkan konsumen mencoba makanan tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Pelaku UMKM juga dapat membuat paket khusus konser, misalnya makanan dan minuman dalam satu kemasan.

Konsep seperti ini membantu konsumen mengambil keputusan pembelian dengan lebih cepat.

2. Bisnis Minuman Segar

Konser musik biasanya berlangsung selama beberapa jam. Penonton yang berdiri, berjalan, dan berada di tengah keramaian tentu membutuhkan minuman.

Inilah alasan bisnis minuman bisa menjadi salah satu peluang UMKM yang menarik ketika sebuah konser digelar.

Produk yang ditawarkan tidak harus rumit.

Es teh, kopi susu, jus, lemon tea, cokelat, minuman buah, atau minuman berbasis susu dapat disesuaikan dengan target pengunjung.

Hal yang penting adalah kecepatan pelayanan.

Ketika antrean panjang terjadi, konsumen cenderung tidak ingin menunggu terlalu lama. Oleh sebab itu, sistem pembayaran yang praktis, menu terbatas, dan proses pembuatan yang cepat dapat membantu operasional.

Pelaku usaha juga dapat menyediakan air mineral sebagai pilihan sederhana yang tetap dibutuhkan pengunjung.

3. Snack yang Mudah Dibawa

Tidak semua orang ingin membeli makanan berat saat menonton konser.

Sebagian pengunjung justru mencari camilan untuk menemani perjalanan, mengantre, atau menikmati suasana sebelum acara dimulai.

Produk seperti popcorn, keripik, kacang, makaroni, cookies, brownies, atau camilan pedas dapat dikemas dalam ukuran praktis.

Kemasan menjadi salah satu bagian penting.

Gunakan wadah yang mudah dibawa dan tidak mudah tumpah. Jika memungkinkan, produk juga dapat dibuat dalam beberapa ukuran agar konsumen memiliki pilihan berdasarkan kebutuhan dan anggaran.

Bagi UMKM, snack memiliki keuntungan lain karena sebagian produk dapat dipersiapkan sebelum event berlangsung.

Namun, jumlah produksi tetap perlu disesuaikan dengan perkiraan pengunjung agar risiko produk tidak terjual dapat ditekan.

4. Aksesori untuk Pengunjung Konser

Peluang UMKM saat konser tidak berhenti pada makanan.

Aksesori juga dapat menjadi pilihan menarik, terutama ketika sebuah acara memiliki komunitas penggemar yang kuat.

Produk seperti gelang, pin, tote bag, topi, bandana, gantungan kunci, scrunchie, atau aksesori fesyen dapat ditawarkan kepada pengunjung.

Produk yang dijual sebaiknya memiliki desain yang menarik tetapi tidak menggunakan logo, foto, nama, atau karya berhak cipta milik musisi tanpa izin.

Pelaku usaha bisa memilih desain bertema musik secara umum, misalnya ilustrasi alat musik, kata-kata bernuansa konser, desain retro, atau konsep visual yang menggambarkan suasana festival.

Dengan begitu, produk tetap memiliki daya tarik tanpa harus bergantung pada identitas artis tertentu.

5. Jasa Photo Booth

Konser merupakan momentum untuk mengabadikan momen.

Pengunjung sering ingin memiliki foto bersama teman sebelum atau sesudah menikmati pertunjukan. Kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang bagi UMKM yang bergerak di bidang photo booth.

Konsepnya bisa dibuat sederhana.

Pelaku usaha menyediakan backdrop menarik, pencahayaan, kamera, properti foto, dan sistem pencetakan atau pengiriman hasil foto secara digital.

Photo booth juga dapat dibuat dengan tema tertentu yang menyesuaikan suasana konser.

Jika bekerja sama dengan penyelenggara, area foto bahkan bisa menjadi bagian dari aktivitas pendukung acara.

Fenomena Pita Kita di Malang menunjukkan bahwa photo booth termasuk salah satu jenis usaha yang hadir bersama tenant kuliner, aksesori, dan produk kecantikan dalam area UMKM konser.

6. Jasa Fotografi dan Video Pendek

Bagi pelaku UMKM yang memiliki kemampuan fotografi atau videografi, konser juga dapat membuka peluang bisnis jasa.

Banyak pengunjung ingin mendapatkan dokumentasi yang lebih baik daripada sekadar menggunakan kamera ponsel.

Jasa dapat dikemas dalam bentuk foto bersama teman, video pendek, atau konten vertikal untuk media sosial.

Misalnya, pelanggan membayar untuk mendapatkan video 15–30 detik dengan konsep cinematic sederhana.

Model bisnis tersebut cukup relevan dengan kebiasaan konsumen saat ini yang ingin segera membagikan pengalaman mereka ke media sosial.

Namun, pelaku usaha harus memastikan area kerja, akses, dan aktivitas dokumentasi tidak mengganggu penyelenggaraan konser atau melanggar aturan venue.

7. Merchandise Kreatif Lokal

Konser juga dapat menjadi tempat bertemunya budaya musik dan industri kreatif lokal.

Pelaku UMKM dapat menawarkan merchandise dengan identitas brand sendiri, seperti kaus, tote bag, notebook, poster, stiker, atau aksesori.

Produk dapat dibuat dengan tema musik, kehidupan anak muda, budaya kota, atau ilustrasi khas daerah.

Strategi ini membuat bisnis tidak hanya bergantung pada satu event.

Misalnya, desain tote bag bertema “anak konser” masih dapat dijual setelah konser selesai karena memiliki pasar yang lebih luas.

Warung Terkini sebelumnya juga menyoroti bahwa bisnis merchandise bertema musik dapat dikembangkan dalam bentuk kaus, tote bag, topi, poster, stiker, gantungan kunci, hingga notebook. Model pre-order dapat digunakan untuk mengurangi risiko stok.

8. Bisnis Produk Kecantikan dan Personal Care

Pengunjung konser juga memiliki kebutuhan personal care.

Produk seperti parfum ukuran kecil, tisu basah, hand sanitizer, kipas portable, cermin kecil, atau perlengkapan sederhana lainnya dapat menjadi barang yang dicari ketika seseorang berada di tengah keramaian.

Untuk produk kecantikan, pelaku UMKM harus memperhatikan ketentuan penjualan dan keamanan produk.

Jangan menjual produk tanpa informasi yang jelas mengenai komposisi, izin yang diperlukan, masa kedaluwarsa, dan cara penggunaannya.

Konsep bisnisnya dapat diarahkan pada kebutuhan praktis pengunjung.

Misalnya, membuat paket kecil berisi beberapa perlengkapan yang berguna selama konser.

9. Jasa Custom Produk di Tempat

Ide lainnya adalah bisnis custom yang dapat dikerjakan secara langsung.

Contohnya custom tote bag, gelang nama, pin, stiker, atau aksesori tertentu.

Keunikan bisnis ini terletak pada pengalaman.

Konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga melihat proses pembuatan barang yang mereka pesan.

Produk custom juga memiliki peluang menjadi suvenir pribadi.

Misalnya, seseorang dapat membuat tote bag dengan nama mereka sendiri atau tulisan yang menggambarkan pengalaman datang ke konser.

Namun, desain yang menggunakan identitas resmi artis atau acara harus memperhatikan hak penggunaan dan aturan penyelenggara.

10. Usaha yang Menjual “Kebutuhan Darurat”

Ada satu jenis bisnis yang sering luput dari perhatian: menjual barang-barang kecil yang tiba-tiba dibutuhkan pengunjung.

Misalnya jas hujan sekali pakai, payung, kipas tangan, tisu, penutup telinga, masker, charger, kabel data, atau perlengkapan sederhana lainnya.

Barang-barang tersebut mungkin terlihat biasa.

Namun, ketika seseorang berada di tengah keramaian dan membutuhkan barang tertentu dengan segera, keberadaan penjual yang lokasinya dekat dapat menjadi sangat membantu.

Kuncinya adalah memilih produk yang memang relevan dengan kondisi event dan tidak bertentangan dengan peraturan venue.

Mengapa Konser Menjadi Momentum Menarik bagi UMKM?

Bazar dan event memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk bertemu konsumen secara langsung.

RRI melaporkan bahwa bazar dapat membantu UMKM memperluas pasar dan memperkenalkan produk melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Konsumen juga bisa mencicipi atau melihat produk sebelum memutuskan membeli.

Interaksi langsung tersebut memiliki nilai yang tidak selalu bisa didapatkan melalui toko online.

Pemilik usaha dapat melihat reaksi konsumen terhadap produk secara langsung.

Apakah rasanya disukai?

Apakah harga dianggap sesuai?

Apakah kemasannya menarik?

Produk mana yang paling banyak ditanyakan?

Semua informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan usaha.

Jangan Hanya Mengandalkan Keramaian

Meski konser menghadirkan banyak orang, pelaku UMKM tidak boleh menganggap semua pengunjung otomatis menjadi pelanggan.

Persaingan antartenant juga bisa cukup tinggi.

Jika terdapat banyak penjual makanan, konsumen memiliki banyak pilihan.

Karena itu, produk perlu memiliki pembeda.

Pembeda tidak harus selalu berupa rasa yang unik. Bisa juga berasal dari kemasan, pelayanan, kecepatan transaksi, ukuran produk, harga, kebersihan, atau pengalaman membeli.

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah membawa terlalu banyak jenis produk.

Menu yang terlalu banyak dapat membuat operasional lebih rumit dan pelayanan lebih lambat.

Lebih baik memilih beberapa produk yang benar-benar siap dijual dalam jumlah besar.

Buat Paket Khusus Konser

Paket dapat menjadi strategi sederhana untuk meningkatkan transaksi.

Misalnya:

Paket 1: makanan + minuman.

Paket 2: snack + minuman.

Paket 3: dua minuman + satu snack untuk dibagikan bersama teman.

Pelaku UMKM juga dapat membuat harga yang mudah dipahami.

Di tengah keramaian, konsumen tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama menghitung pilihan.

Daftar harga yang jelas dan mudah dibaca dapat mempercepat proses transaksi.

Promosi Bisa Dimulai Sebelum Konser

Jangan menunggu sampai hari konser untuk melakukan promosi.

Jika UMKM sudah mendapatkan izin menjadi tenant, promosi dapat dimulai beberapa hari sebelumnya.

Gunakan media sosial untuk mengumumkan lokasi booth, produk yang tersedia, jam operasional, serta promo khusus.

Konten video pendek dapat digunakan untuk memperlihatkan proses persiapan produk.

Misalnya, video pembuatan makanan, pengemasan, pemasangan booth, atau persiapan merchandise.

Dengan demikian, calon konsumen sudah mengetahui keberadaan bisnis sebelum datang ke lokasi.

Manfaatkan QRIS dan Pembayaran Digital

Keramaian event membutuhkan transaksi yang cepat.

Pembayaran digital dapat membantu mengurangi kebutuhan uang tunai dan mempercepat proses transaksi, selama sistem pembayaran dan koneksi internet di lokasi mendukung.

Pelaku UMKM juga sebaiknya menyiapkan alternatif apabila koneksi mengalami gangguan.

Persiapan teknis sederhana seperti uang kembalian, daftar harga, perangkat pembayaran, dan kemasan cadangan dapat menghindari masalah ketika antrean sedang panjang.

Perhatikan Aturan Penyelenggara

Ini merupakan bagian yang sangat penting.

Tidak semua orang dapat langsung berjualan di sekitar konser.

Penyelenggara biasanya memiliki aturan mengenai tenant, jenis produk, lokasi booth, jam operasional, ukuran lapak, perlengkapan listrik, keamanan makanan, hingga sistem pembayaran.

Karena itu, pelaku UMKM sebaiknya mencari informasi resmi dan mendaftar melalui jalur yang disediakan.

Jangan asal membuka lapak di sekitar venue tanpa izin.

Selain berpotensi mengganggu operasional event, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan persoalan dengan pengelola lokasi maupun pihak berwenang.

Konser Bisa Menjadi Pintu Masuk Pelanggan Baru

Keuntungan mengikuti bazar konser tidak selalu harus dihitung dari penjualan pada hari tersebut.

Ada nilai lain yang tidak kalah penting, yaitu mendapatkan pelanggan baru.

Misalnya seseorang membeli minuman di booth UMKM. Jika pengalaman membeli menyenangkan, pelanggan tersebut mungkin mengikuti akun media sosial bisnis dan melakukan pembelian kembali setelah konser selesai.

Karena itu, cantumkan nama brand dan akun media sosial pada kemasan.

Gunakan desain yang mudah diingat.

Jika memungkinkan, berikan promo khusus untuk pembelian berikutnya.

Dengan cara tersebut, event tidak hanya menjadi tempat menjual produk, tetapi juga menjadi sarana membangun basis pelanggan.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Bisa Berjalan Bersama

Konser musik memperlihatkan bagaimana sebuah event dapat menciptakan ekosistem ekonomi.

Musisi mendapatkan ruang pertunjukan. Penyelenggara menjalankan acara. Venue menerima aktivitas pengunjung. Sementara UMKM memperoleh kesempatan menjual produk.

Pemerintah juga memiliki berbagai program dan agenda yang berkaitan dengan pengembangan UMKM serta akses pasar. Kalender event SMesta Kementerian UMKM, misalnya, memuat berbagai kegiatan yang membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan.

Artinya, pelaku UMKM dapat melihat event bukan hanya sebagai tempat berjualan satu hari, tetapi sebagai bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas.

Kesimpulan

Konser musik ternyata dapat menjadi peluang bisnis yang menarik bagi UMKM. Keramaian pengunjung menciptakan kebutuhan terhadap makanan, minuman, aksesori, merchandise, jasa fotografi, photo booth, produk personal care, hingga berbagai barang yang dibutuhkan secara mendadak.

Namun, keberhasilan berjualan saat konser tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengunjung.

Produk harus sesuai dengan kebutuhan konsumen, harga perlu diperhitungkan, pelayanan harus cepat, kemasan harus praktis, dan yang paling penting, pelaku usaha harus mengikuti aturan penyelenggara.

Bagi UMKM pemula, bisnis kuliner praktis dan minuman dapat menjadi pilihan untuk menguji pasar. Sementara pelaku usaha kreatif dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menawarkan merchandise, aksesori, jasa foto, video, atau produk custom.

Contoh konser Pita Kita yang menghadirkan 24 tenant UMKM menunjukkan bahwa sebuah pertunjukan musik dapat berkembang menjadi ruang ekonomi bagi berbagai jenis usaha lokal.

Jadi, ketika sebuah konser musik digelar di kota, jangan hanya melihat panggungnya. Di balik kerumunan penonton, terdapat peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk, mendapatkan pelanggan baru, menguji pasar, dan membangun brand.

Dengan persiapan yang tepat dan izin yang jelas, konser musik bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan—ia juga dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk bertumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *