Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia, terutama bagi pengendara dan sektor transportasi. Pada 22 Oktober 2025, PT Pertamina (Persero) merilis harga terbaru untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia. Artikel ini memberikan informasi lengkap, akurat, dan terbaru agar masyarakat dapat memantau perubahan harga BBM dengan mudah.
1. Harga BBM Subsidi
BBM subsidi tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena harganya lebih terjangkau. Berikut daftar harga BBM subsidi per 22 Oktober 2025:
-
Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
-
Biosolar (Solar Subsidi): Rp 6.800 per liter
Harga BBM subsidi berlaku di seluruh wilayah yang mendapatkan subsidi pemerintah, dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat.
2. Harga BBM Non-Subsidi
BBM non-subsidi menawarkan kualitas lebih baik dan fitur tambahan untuk mesin kendaraan modern. Berikut daftar harga terbaru:
-
Pertamax (RON 92): Rp 12.200 per liter
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter
-
Pertamax Green 95: Rp 13.000 per liter
-
Dexlite (CN 51): Rp 13.700 per liter
-
Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.000 per liter
Harga BBM non-subsidi mengikuti fluktuasi harga minyak dunia, namun PT Pertamina berupaya menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
3. Harga BBM Berdasarkan Wilayah
Harga BBM dapat berbeda di tiap daerah tergantung PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) dan biaya distribusi. Berikut beberapa contoh harga di wilayah berbeda:
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex |
|---|---|---|---|---|
| DKI Jakarta & Sekitarnya | Rp12.200 | Rp13.100 | Rp13.700 | Rp14.000 |
| Aceh, Sumut, Jambi, Sumsel, Lampung | Rp12.500 | Rp13.400 | Rp14.000 | Rp14.300 |
| Kalimantan Barat & Tengah | Rp12.500 | Rp13.400 | Rp14.000 | Rp14.300 |
| Kalimantan Selatan | Rp12.800 | Rp13.700 | Rp14.300 | Rp14.600 |
Harga dapat sedikit berbeda di kota-kota lain tergantung kebijakan daerah dan distribusi.
4. Tren Harga BBM Oktober 2025
Sejak awal Oktober 2025, harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian ringan untuk beberapa jenis, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, sementara jenis lain tetap stabil. Penyesuaian ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan biaya distribusi.
Selain itu, pemerintah terus memantau harga agar tetap seimbang antara kepentingan masyarakat dan stabilitas energi nasional.
5. Faktor yang Mempengaruhi Harga BBM
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga BBM di Indonesia antara lain:
-
Harga Minyak Dunia: Kenaikan atau penurunan harga minyak mentah global langsung berdampak pada harga BBM non-subsidi.
-
Kurs Rupiah terhadap USD: Nilai tukar memengaruhi biaya impor minyak dan BBM.
-
Pajak Daerah dan Distribusi: PBBKB dan biaya logistik memengaruhi harga akhir di SPBU tiap wilayah.
-
Kebijakan Pemerintah: Subsidi, regulasi, dan kebijakan energi turut menentukan harga BBM untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kesimpulan
Pada 22 Oktober 2025, harga BBM Pertamina menunjukkan stabilitas untuk sebagian besar jenis BBM, dengan beberapa penyesuaian untuk Dexlite dan Pertamina Dex. Informasi harga BBM ini penting untuk masyarakat, pelaku transportasi, dan sektor industri agar dapat merencanakan pengeluaran energi dengan tepat.
Pantau terus harga BBM melalui SPBU resmi dan sumber berita terpercaya untuk informasi terbaru.
